Foto : FILE

Fruit Market" di Sekolah: Siswa Kelas 6 SD Juara Al Hikmah Jago Jualan Pakai Bahasa Inggris!

Suasana kelas 6 SD Juara Al Hikmah mendadak berubah menjadi pasar buah yang ramai dan ceria pada hari ini. Bukan sedang berwisata, para siswa ternyata sedang melaksanakan praktik jual beli menggunakan bahasa Inggris dalam mata pelajaran Bahasa Inggris yang diampu oleh Mis Sakinah Amriani Rumalean, S.Pd.

Kegiatan bertajuk "Mini Fruit Market" ini dirancang untuk melatih keberanian siswa berbicara bahasa asing melalui simulasi kehidupan nyata. Dengan membawa berbagai macam buah-buahan segar seperti apel, pisang, jeruk, hingga semangka, para siswa dibagi menjadi dua peran utama: pedagang (seller) dan pembeli (buyer).

Belajar Sambil Bermain Peran

Mis Sakinah Amriani Rumalean, S.Pd., selaku guru pengampu, menjelaskan bahwa metode pembelajaran kontekstual ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menghafal kosakata di dalam buku.

"Tujuannya agar anak-anak tidak hanya tahu nama-nama buah dalam bahasa Inggris, tetapi juga berani mempraktikkan percakapan transaksi seperti bertanya harga (How much is this?), melakukan penawaran (Can I get a discount?), hingga memberikan kembalian," ujar Mis Sakinah di sela-sela kegiatan.

Setiap meja di kelas diubah menjadi lapak dagangan yang lengkap dengan label harga dalam mata uang simulasi. Gelak tawa pecah saat beberapa siswa mencoba "merayu" temannya agar membeli dagangannya menggunakan kalimat-kalimat bahasa Inggris yang kreatif.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Antusiasme terpancar dari wajah para siswa. Salah satu siswa kelas 5 mengaku sangat senang karena belajar terasa seperti sedang bermain. "Awalnya takut salah bicara, tapi karena seru jualan buah sama teman-teman, jadi lupa kalau lagi belajar. Ternyata bahasa Inggris itu asik!" ungkapnya.

Melalui inovasi pembelajaran seperti ini, SD Juara Al Hikmah terus membuktikan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan progresif. Kegiatan ini ditutup dengan sesi makan buah bersama, sebagai bentuk apresiasi atas keberanian siswa dalam mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris mereka.

Diharapkan, praktik langsung seperti yang diinisiasi oleh Mis Sakinah Amriani Rumalean ini dapat membangun fondasi komunikasi yang kuat bagi siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Share :

Informasi: Untuk tampilan yang optimal, mohon masukkan Link Terkait / Aplikasi Terkait